POTRET BURAM PEMUDA INDONESIA





Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki keanekaragaman baik hayati maupun non hayati. Banyak yang bilang indonesia itu kaya, kaya dengan hasil alamnya. Memang itu semua fakta bahwa Indonesia kaya dengan hasil alamnya. Tetapi kita sebagai bangsa apakah menyadari bahwa kita tidak mampu mengolah sumber daya alam milik kita. Pertanyaannya apakah kita sebagai bangsa yang kaya?. Jawaban itu seharunya menjadi tantang bagi kita khususnya pemuda-pemuda indonesia. Kalau dianalogikan Indonesia ini seperti orang sakit yang sakitnya sudah lama bahkan keadaannya kritis. Beberapa hal penting yang harus kita sadari bahwa harta yang paling berharga yang dimiliki Indonesia itu bukan alam atau yang lainnya tetapi para pemuda. Pemuda itu bagaikan mesin yang siap memange negeri ini baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, maupun sumber daya alam.
Pemuda adalah agen yang membawa segudang perubahan kearah progresif untuk negeri tercinta. Bila dilihat sejarah terbentuknya negera kesatuan Republik Indonesia tidak terlepas dari peran golongan muda. Golongan muda merupakan eksekutor terjadinya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, walaupun golongan tua juga memegang peran sebagai vasilitator. Karena sifat pemuda yang lebih idealis dan semangatnya yang berapi-api. Seperti yang dikatakan bung Karno “kau beri aku sepuluh pemuda yang mencintai negerinya maka akan aku guncang dunia. Begitu hebatnya pemuda dimata golongan tua pada saat itu. Kita juga tak ada habisnya membicarakan peran pemuda untuk negerinya.
Kenyataan pahit yang Indonesia alami ialah menghasilkan para pemuda yang diluar dari harapan. Dimana para pemuda muncul dengan background yang bernilai kebaratan. Pemuda seolah telah dibuat seperti keledai oleh imperialisme modern. Bila kita lihat para pemuda di Indonesia tingkat konsumerismnya sangat tinggi. Teknologi yang maju seolah melunturkan sikap nasionalisme dimana kiblat barat menjadi life style. Kesadaran yang dimiliki pemuda kian lama mulai terkikis, lalu dimana yang salah?. Jawabannya hanya satu ialah pendidikan. Pendidikan yang sekarang seperti mengalami kemandulan dalam masalah moral. Pendidikan di Indonesia saat ini lebih mengedepankan penguasaan aspek keilmuan, kecerdasan, dan mengabaikan pendidikan karakter. Pengetahuan tentang kaidah moral yang didapatkan dalam pendidikan moral atau etika di sekolah-sekolah saat ini semakin ditinggalkan. Apabila kita bandingkan pendidikan pada masa kolonialisme. Pada waktu itu kita dibelenggu oleh kekuasaan pemerintah kolonial. Tetapi semangat dan moral yang ditanamkan sangatlah idealis dan bermoral. Kemudian sudah barang tentu menghasilakn para pemuda Indonesia yang memiliki idealisme yang kuat. Hasil nyata yang mampu diwujudkan pada waktu ialah Sumpah Pemuda, dimana para pemuda Indonesia berkumpul dari seluruh penjuru nuasantara dan berikrar. Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, diperingati tanggal 28 Oktober setiap tahunnya. Namun momen penting ini tidaklah berdiri sendiri, Sumpah Pemuda lahir sebagai hasil dari serangkaian perjuangan-perjuangan Bangsa Indonesia sejak ribuan tahun silam dalam usaha membebaskan diri dari belenggu penjajahan.
Seperti kita ketahui bersama, sebelum tahun 1928, perjuangan telah dimulai sejak abad ke-17, dimana waktu itu perlawanan-perlawanan secara fisik dari berbagai daerah muncul akibat kekejaman dan penindasan kaum penjajah. Tak heran, perlawanan datang dari berbagai daerah di nusantara ini. Mulai dari Mataram di tahun 1628 dan 1629, kemudian perlawanan dari daerah Sulawesi, Ambon, demikian pula di Sumatera. Perlawanan lainnya pun muncul dengan tujuan yang sama mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Akan tetapi sangat disayangkan, perjuangan tersebut tidak membawa hasil yang diharapkan karena politik penjajahan Belanda waktu itu mampu menaklukkan semua perlawanan. Belanda mampu menaklukkan hampir seluruh wilayah nusantara sehingga bangsa ini semakin mengalami penderitaan panjang.
Menyadari hal itu, semangat dan jiwa patriotisme yang dimiliki para pemuda Indonesia menjadi bekal bagi mereka untuk melakukan perlawanan dalam bentuk lain. Perlawanan dari pemuda Indonesia bukan hanya dalam arti fisik, melainkan melalui organisasi pemuda. Pertama, lahirlah Budi Oetomo yang didirikan pada 20 Mei 1908. Momen ini kemudian dijadikan sebagai tonggak sejarah kebangkitan pemuda Indonesia dalam pergerakan kebangsaan Indonesia, yang kemudian diakui sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Bila kita analogikan pada era reformasi sekarang semangat pemuda yang dulu dinanti oleh Indonesia mulai pudar. Baik era kolonialisme maupun era reformasi sekarang apa bedanya? Kita tetap dijajah memang bukan secara fisik tetapi secara mental. Dimana kapitalisme dan imperialisme mulai sedikit menggrogoti bangsa. Masalah yang Indonesia hadapi sangatlah kompleks. Potret buram pendidikan ini lah yang menghancurkan segalanya nilai-nilai luhur yang tertanam sejak dulu mulai terbabat oleh kepentingan-kepentingan belaka. Padahal semestinya Pendidikan seharusnya mamapu menghadirkan generasi yang berkarakter kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar