MEMPERKUAT NASIONALISME EKONOMI BANGSA



Manusia secara kodrati merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki identitas sebagai ciptaan Tuhan yang memiliki identitas sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa dihadapkan pada kenyataan yang snagat kompleks terutama dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Kenyataan ini menimbulkan perlunyawadah yang terwujud dalam berbagai bentuk asosiai, misal asosiasi ekonomi, asosiasi pendidikan, spritual, negara dan lain sebagainya. Dari sejumlah asosiasi yang ada, asosiasi negara merupakan asosiasi yang terpenting karena didirikannya negara untuk mengatur berbagai sistem kehidupan ekonomi, politik, sosial budaya serta ketertiban dan keamanan bersama.
                Tugas negara terhadap rakyatnya secara umum meliputi : 1. Tugas esensial : mempertahankan negara sebagai organisasi politik yang berdaulat. Tugas ini meliputi tugas internal (memelihara perdamaian, kertertiban, dan ketentraman dalam negara serta melindungi hak milik setiap orang) dan tugas eksternal (mempertahankan kemerdekaan negara). 2. Tugas fluktuatif : meningkatkan kesejahteraan umu, baik moral, intelektual, sosial maupun ekonomi seperti menjamin kesejahteraan fakir miskin, kesehatan dan pendidikan rakyat.
                Sebaliknya kewajiban rakyat kepada negara bahwa setiap warga negara tentu memiliki ketertarikan emosional dengan negara sebagai perwujudan rasa bangga dan memiliki bangsa dan negaranya. Perasaan bangga dan memiliki terhadap bangsanya akan mampu melahirkan sikap rela berkorban untuk memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan serta kedaulatan negara atau sering disebut sebagai semangat kebangsaan, yakni keterikatan pada tanah air, adata istiadat leluhur serta penguasa setempat. Semangat kebangsaan bagi setiap warga negara harus dapat menjadi motivasi spiritual dan horisontal dalam mencapai kemajuan dan kejayaan bangsa menjaga keutuhan serta persaudaraan antar sesama. Dengan demikian rakyat punya kewajiban untuk memperkuat daya tahan bangsa guna menghadapi berbagai ancaman baik dari dalam maupun dari luar. Dari sinilah diharapkan akan terlahir jiwa nasionalisme terhadap bangsanya.
                Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah Negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot, ikatan ini terjadi pada saat manusia mulai hidup bersama dalam satu wilayah tertentu dan tidak meninggalkan tempat itu. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempat hidupnya. Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai bagian paham Negara atau gerakan yang popular berdasarkan pendapat warga Negara, etnis, budaya, keagamaan, dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukan sebagian atau semua elemen tersebut. (http://id.wikipedia.org/wiki/nasionalisme)
                Nasionalisme sendiri terbagi dalam 7 bentuk yang ada, yaitu : Nasionalisme kewarganagaraan, etnis, romantik, budaya, ekonomi, kenegaraan, dan agama. Salah satu dari bentuk-bentuk nasionalisme adalah nasionalisme ekonomi. Di Indonesia, hal ini mulai terjadi pada tahun 1997, dunia dilanda krisis moneter yang menjalar dari mexico, terus ke Asia seperti Jepang, Korea, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Negara-negara di asia seperti Jepang, Korea, Thailand, dan Malaysia cepat keluar dari krisis, karena Negara-negara itu kuat dasar perekonomian dan mempunyai upaya yang kuat dan etos kerja yang tinggi ingin cepat-cepat keluar dari krisis. Akan tetapi di Indonesia, krisis moneter ini amat membuat Indonesai terpuruk. Kemiskinan, pengangguran, perekonomian yang lemah, krisis politik, krisis kekuasaan, bahkan krisis kepercayaan dan yang paling parah krisis nasionalisme. Tingkat kemiskinan yang tinggi dan pengangguran yang dimana-mana membuat rasa akan bangga terhadap bangsa Indonesia memudar. Rasa percaya pun ikut hilang, dan timbulnya berbagai macam kecurigaan yang berlebihan ikut memperburuk dan memperumit masalah bangsa ini. Keterkaitan rendahnya rasa nasionalisme dengan ekonomi adalah dimana kita dapat melihat dan menyimpulkan bahwa seseorang yang miskin ataupun pengemis, pengamen dan sejenisnya pastinya jauh dari pikiran apa yang bisa kita berikan pada bangsa dan Negara ini. Mereka lebih mementingkan urusan perut mereka sendiri. Karena memang itu seharusnya jika kitapun berada pada situasi yang sama. Artinya memang rendahnya rasa nasionalisme sangat berkaitan erat dengan faktor ekonomi. Bisa dikatakan jika dengan penghidupan yang layak seperti maka kesadaran akan rasa nasionalime yang tumbuh dari diri kita sendiri akan sangat subur.
                Selain itu, dampak dari pudarnya nasionalisme ekonomi di Indonesia adalah hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca cola, Pizza Hut, KFC, dll) membanjiri Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukkan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
                Sekarang saat yang tepat bagi kita untuk membangkitkan nasionalisme ekonomi ditengah arus globalisasi, dimana kita harus saling mengkonsolidasikan diri, bahu-membahu bersama rakyat menghadapi pasar bebas. Ada beberapa langkah yang harus kita terapkan yaitu :
1.       Masyarakat harus lebih memlikih produk-produk nasional atau local dibanding produk-produk asing. Hal ini merupakan bentuk riil dari nasionalisme atau kecintaa kepada bangsa.
2.       Produsen harus lebih memperhatikan pelayanan khusus dalam menarik kekuatan pembelian konsumen yang berkelanjutan.
3.       Pihak-pihak yang terkait dengan dunia usaha, terutama birokrasi pemerintahan dan keamanan seharusnya tidak melakukan tindakan-tindakan a-nasionalis seperti mempersulit proses perizinan atau melakukan pemungutan-pemungutan liar bahkan pemerasan terhadap pengusaha yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi dan menurunnya daya saing. Nasionalisme mereka haruslah berwujud tindajan-tindakan nyata untuk mendorong dan membantu kaum pengusaha agar cepat maju dan berkambang sehingga par pengusaha dapat menyetor pajak yang besar untuk kepentingan negara dan menciptakan lapangan kerja.
4.       Para pelaku usaha harusnya memperluas jaringan bisnisnya, dimana pasar bukan sekedar dalam negeri, karena jika mereka hanya berkutat dengan pasar dalam negeri maka akan kalah bersaing ditengah gempuran pelaku usaha asing yang mempunyai kekuatan dan daya saing tinggi.
5.       Para pemimpin, tokoh, media massa baim nasional maupun lokal harus terus menerus menggelora semangat nasionalisme ekonomi ini melalui kata terlebih tindakan keteladanan.
6.       Disamping itu, para pemimpin hendaknya membuat surat keputusan bersama (SKB) yang memberlakukan setiap instansinya untuk menggunakan produk dalam negeri. Misal : seluruh pegawai negeri sipil diharusakan menggunakan batik sepatu atau produk buatan dalam negeri.
Akhir kata kita sebagai generasi pemuda harus memutuskan bahwa rasa kebangsaan kita harus dibangkitkan kembali. Nasionalisme yang diarahkan untuk mengatasi semua permasalahan-permasalahan yang ada sekarang untuk menunjang kemajuan bangsa kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar