GLOBALISASI DAN NASONALISME



Perkembangan globalisasi pada abad 21 sangatlah signifikan, hal ini ditandai dengan tuntutan zaman yang semakin ingin hidup lebih praktis. Perkembangan era globalisasi didukung oleh kemajuan teknologi demi memenuhi kebutuhan umat manusia secara praktis. Manusia pun tidak mampu menghindar dari perkembangan teknologi yang terus melesat. Awal mulanya teknologi hanya berfokus pada kebutuhan yang sifatnya tersier, seiring perkembangan waktu teknologi mampu menjamah dari kebutuhan sekunder hingga primer, contohnya  penggunaan alat telekomunikasi yang canggih sehingga manusia tidak memiliki alasan untuk memutuskan komuniakasi dengan kawan jauh. Teknologi pun sekarang digunakan sebagai senjata utama bagi perdagangan bebas. Misalnya produk alat komunikasi kian merajalela dengan berbagai merek dan fitur-fitur yang menjanjikan.

Di zaman modern ini, masyarakat Indonesia tidak kesulitan lagi dalam memperoleh barang-barang luar negeri di pasaran. Tentu saja hal ini dilatarbelakangi oleh perdagangan bebas yang dilakukan oleh Indonesia dengan Negara-negara asing, baik ekspor maupun impor. (www.academia.edu “Dampak Negatif Perdagangan Bebas Internasional”, Oktober 2013) Menurut Wikipedia, perdagangan Internasional dapat diartikan sebagai hubungan kerjasama ekonomi yang dilakukan oleh negara yang satu dengan negara lain yang berkaitan dengan barang dan jasa sehingga membawa kemakmuran bagi suatu bangsa. Bila kita amati perdagangan bebas internasional memiliki dua dampak, yaitu dampak positif dan negatif. Dampak positif dari perdagangan bebas internasional jelas membantu suatu bangsa untuk mencapai kesejahteraan. Hal yang kita lupa, perdagangan bebas juga membawa dampak negatif khususnya di kalangan anak muda. Perdagangan bebas yang siap memasarkan apa saja tanpa adanya control dari pemerintah memang sangat berbahaya bagi perkembangan masyarakat. Hal paling terparah adalah lunturnya jiwa-jiwa nasionalisme. Bahkan realita yang terjadi sekarang seolah anak muda semakin bergantung dengan dunia teknologi akibat dari perdagangan bebas. Bahkan jika muncul model terbaru, mereka langsung membeli model terbaru tersebut agar mereka lebih terlihat update perkembangan zaman.

Mengutip dari kata-kata bung Karno, “Orang tua hanya bisa bermimpi sedangkan dengan 10 anak muda yang mencintai negerinya mampu mengubah dunia.” Jelaslah bahwa generasi muda adalah generasi penerus untuk memprtahankan negeri dan bangsanya. Perdagangan bebas memang tidak seutuhnya berdampak negatif bila di manage dengan baik oleh pemerintah. Jika Indonesia ingin disegani oleh negara lain, maka perkuatlah bangsa Indonesia dengan prinsip-prinsip sesuai kebudayaan kita bukan negara lain.

Beasiswa DataPrint



Heyyyyy kawan muda!!!!

Dataprint lagi buka pendaftaran beasiswa di tahun 2014 ini lho, bagi kalian yang duduk dibangku SMA, D3 dan S1 bisa daftar langsung. Beasiswa ini terbagi dalam tiga nominal yaitu, Rp. 250.000, Rp. 500.000, Rp. 1.000.000. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian.

Pendaftaran dibagi menjadi dua periode lho, apabila gagal di periode pertama bisa ikutan di periode kedua guys. Yuk gabung dalam beasiswa DataPrint lumayan lho buat biaya tambahan kuliah hehehe .

Pendaftaran periode 1  : 7 Februari-30 Juni 2014
Pengumuman                   : 10 Juli 2014

Pendaftaran periode 2  : 1 Juli-30 Desember 2014
Pengumuman                   : 12 Januari 2015

Untuk lebih lengkapnya kalian bisa cek disini: www.beasiswadataprint.com atau www.dataprint.co.id